Tuesday, January 3, 2012

Allah bless you all

Today, yaa hari ini tanggal 28 Desember 2011 membuat aku berucap Alhamdulillah sekali dilahirkan dengan hasil dari buah pernikahan dan berada di tengah tengah kehangatan sebuah nama yang disebut KELUARGA.

Berucap syukur yang tak pernah henti sewaktu tadi pagi aku dan anak2 Solo Moslem Look dateng ke Yayasan Pendidikan Anak-Anak dan Balita (YPAB) Permata Hati. Berlokasi di belakang RSUD Dr. Moewardi. Tempat yang dibilang cukup untuk menampung anak-anak dan balita berjumlah lebih dari 20 orang. Dengan hanya 3-4 pengasuh dan harus mengawasi sekitar belasan anak-anak dengan beragam sikap, keaktifan, dan juga mengasuh sekitar 6 bayi. Bukan pekerjaan yang mudah tentunya. Pekerjaan yang benar benar harus menggunakan hati serta perasaan. Bisa dibayangkan betapa bandelnya anak-anak seusia mereka, dimana keingintahuan serta penasaran muncul di usia mereka. Dimana mereka suka berpetualang untuk mencoba hal-hal baru, hal yang mereka belum tahu dan menjadi ingin tahu. Dan seharusnya di saat mereka tumbuh berkembang sepert itu, ada orang tua di samping mereka. Bukan pengasuh, bukan bukan itu yang mereka benar benar butuhkan.
Mereka benar benar butuh rasa kasih sayang dari orang tua, dan hanya sekedar ingin berkata "Mama dengerin aku uda bisa nyanyi balonku ada 5, aku uda bisa baca ini buku, papa coba lihat aku tahu ini buah strawberry" Sedih ya ketika melihat mereka tidak bisa seperti itu. Anak-anak yang cantik, anak-anak yang lucu, anak-anak yang polos harus tidak dapat merasakan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Dan kebanyakan dari mereka adalah anak-anak yang diasuh akibat MBA atau Married By Accident. Pergaulan bebas yang berujung pada seks bebas dan kemudian melahirkan anak yang harus menerima penderitaan akibat perbuatan kedua orang tuanya yang tidak mau bertanggung jawab.

Karena hal-hal seperti itulah, mereka justru meninggalkan anaknya akibat fantasi kesenangan semata dan berujung mereka tidak mau mengurusnya. Cuma bisa menghela nafas, dan semoga Yang Di Atas memberikan kebaikan dan kesejahteraan bagi anak-anak mereka. Itulah anak-anak muda yang terpana akibat kesenangan duniawi yang sekejap, tetapi tidak memikirkan apakah yang mereka lakukan ini demi kebaikan mereka. Kalau memikirkan kelakuan kedua orang tua mereka, dirasa cuma buang-buang waktu. Yang terpenting sekarang, bagaimana menyiapkan anak-anak akibat MBA untuk menjadi sosok orang yang benar benar berpondasi kuat, berpendirian, orang yang berpikiran panjang sebelum mengambil suatu tindakan, menjadi orang yang pintar, cerdas dan berpegangan agama yang kuat.


Selucu ini dan sepolos ini dan tega untuk ditinggalkan :')

Untari and Wisnu


Dan bayi ganteng ini hasil MBA :(

No comments:

Post a Comment